Gajah dan Semut

Posted On 5 Maret, 2009

Filed under Hanya tulisan
Tag: ,

Comments Dropped 16 responses

gajah1 mata semut


“Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang nampak terlihat”

Memang mudah mencari kesalahan orang laen, dan begitu sulitnya menyadari kesalahan diri sendiri.

Fenomena tersebut sudah sering terlihat.   Banyak orang-orang menghujat, mencaci, menghina, menyalahkan orang laen tanpa menyadari kesalahannya sendiri.    Banyak orang merasa paling benar, paling ideal, paling sempurna, padahal belum tentu yang benar, ideal, dan sempurna menurutnya itu benar, ideal, sempurna dimata orang lain.

Sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna.

Semua mempunyai kesalahan masa lalu, masa sekarang, masa depan tanpa tersadari bahkan disadari. Perbaikan menata hati, menata diri mesti dilakukan.    Introspeksi diri memang sulit tanpa bantuan orang lain, maka sewajarnya lah patut menerima pendapat orang lain dengan syarat lebih dari satu orang.    Sesuai pepatah tersebut diatas “semut diseberang nampak terlihat”, maka pastilah orang lain bisa menilai letak kesalahan/ ketidakwajaran menurut pribadi orang tersebut terhadap pribadi sendiri.

Mencoba berusaha memperbaiki diri sendiri lebih membanggakan daripada terus mencari-cari kesalahan/aib orang lain.

Mengapa orang ‘alim’ lebih banyak diam (tidak membeberkan) saat mengetahui aib seseorang?    Mereka (orang alim) lebih memilih mendo’akan dan mengarahkan orang tersebut kejalan yang semestinya dengan berpura-pura tidak mengetahui aib orang tersebut.

Etika mereka (orang alim) kah? tidak mempermalukan orang.

Atau karena mereka (orang alim) menyadari*sangat mendalam* hakikat tidak ada manusia yang sempurna?.

Hakikat manusia tiada yang sempurna, termasuk diriku pribadi.

Menata hati, menata diri
Memang susah untuk menata hati, menata diri… seperti pepatah “Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang nampak terlihat”.   Begitu juga hal nya diriku, terkadang ku tidak menyadari kesalahanku karena merasa biasa, wajar, dan tidak salah.   Tapi ku yakin pasti banyak hal yang harus ku perbaiki.

Mari instrospeksi diri masing-masing, menata hati, menata diri.   Ciptakan suasana indahnya kedamaian, jangan saling caci dan jangan saling hujat.

Setelah menata hati, menata diri, baru lah mencoba mengarahkan orang lain untuk instrospeksi diri.  *hihihi ku sendiri blom instrospeksi :-D*

Kebenaran memang harus ditegakkan, tapi semua dalam hidup punya etika.

Yang membingungkan, benarkah sudah standard etika yang ada?

Loch kok jadi merembet kemana-mana sieh…      arahnya kemana nieh?  *bingung* trus dimana gajah, dimana semut ya?? *

udah ah daripada tambah bingung, mending menganalisa diri sendiri…

kebanyakan kata-kata nanti malah tambah bingung… *garuk-garuk kepala*       Yang ketularan bingung, maafin aye yeeee… maaf.. *bersimpuh kedua tangan* 🙂

Iklan

16 Responses to “Gajah dan Semut”

  1. Dillah

    Pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx…

    ku maafakan…

  2. udin gambut

    gara-gara hera garuk2 kepala, “ketombe jatuh ga terasa”

  3. soulharmony

    ketauan niatnya berharap postingannya bisa terbit tiap hari sabtu

  4. aidicard

    Yuk.. kita introspeksi diri..

  5. syafwan

    Belajar bijak nih ceritanya. Ikut Aidi agh

  6. Ayah

    Selalu dimaafkan….dan saling memaafkan….

  7. Said

    Ampun Mbak wid

  8. rezaldo

    that’s good idea….

  9. nia

    memang Wid .. yang namany gajah itu selalu gede, dan semut itu kecil ..

    (aku koment apa ya barusan?)

  10. Yulian

    SAYANG SEMUTNYA DI DAUN, TIDAK DI SEBERANG LAUTAN…HE..HE..

  11. benkyo

    > dillah : pertamax nie yeee…
    > udin : kok jd hera.. ehem ehemm…
    > soul : astagfirullah, jgn berpraduga githu donk kk… ckckck….
    > aidi : yuk..
    > syafwan : do’akan yaa…
    > ayah : maaf jg…
    > said : awas lah said….
    > rezaldo : thanks
    > nia : hahaha…
    > yulian : he eh lah skalinya… 😀

  12. warm

    makanya,
    mulut cuma punya satu
    sedang telinga dan mata sepasang,
    supaya lebih banyak mendenagr dan melihat
    dibanding berbicara 🙂

  13. benkyongeblog

    > warm : bener jg ya…

  14. didoy

    “Hakikat manusia tiada yang sempurna, termasuk diriku pribadi.”

    aq setuju 5000%…….

  15. benkyo

    > didoy : hehe…

  16. bhagoezt

    bener juga yach, kita selalu menyalahkan orang laen sementara kita sendiri ga’ pernah koreksi diri sendiri… yach namanya juga manusia yang ga’ sempurna. semoga aja dengan postingan di atas bisa menjadikan orang yang baca berusaha untuk menjadi lebih baik. amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s