تُحِبُّو
CINTA
secara harfiah, didalam bahasa indonesia, cinta memiliki arti selalu teringat dan terpikir dalam hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 2005)
Cinta, ya hanya Cinta bisa membunuh
ular beku nafsu yang tampak mati.
Hanya cinta, melalui doa dengan
derai air mata dan gairah hati
yang membara, yang mampu mengungkap ma’rifat yang tidak pernah diketahui oleh berbagai madzhab
(R. A. Nicholson, Rumi, Poet and Mystic, London, 1956.)
didalam pergaulan hidup dan kehidupan sehari-hari, ada yang mengartikan cinta sebagai hubungan serius antara sepasang anak manusia, antara orang tua dengan anaknya, antara pemimpin dengan yang dipimpinnya… bahkan antara hamba dengan Sang Khalik.
semua orang percaya kepada Tuhan tentu saja ingin mencintai Tuhan. Cinta seorang hamba kepada Tuhan pasti dibalas. Tuhan mencintai hamba yang mencintai-Nya. Jika sang hamba mencintai Tuhan, ia harus mengikuti Tuhan dan panutan yang diutus-Nya (Kautsar Azhari Noer : 2003)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[QS. Ali ‘Imraan: 31]
mengingat makna uraian diatas, maka tak heran jika seseorang yang sedang dimabuk cinta terkadang buta dengan yang ada disekelilingnya.
hal ini nampak dengan jelas dari perilaku para sufi yang acap kali dikenal sebagai para penghamba cinta Sang Khalik dan masyuk sedang berkelindan didalam gerak hidup dan kehidupannya.
tak pelak, cinta memang dapat membuat dunia beserta seisinya teramat indah, jadi sungguh bahagia jika manusia dapat hidup didalam lautannya.
dan sekarang entah kenapa, lorong gelap yang ada dibelakang punggung manusia, demikian arti cinta , belakangan seolah tak lagi ada atau bahkan hilang dalam tatanan kehidupan manusia di dunia.
ada segelintir pemegang kekuasaan, dalam arti seluas-luasnya mulai lupa akan kodrat dan amanah yang diembannya…. mereka telah kehilangan akan rasa cinta. Hati mereka benar-benar telah buta.
ya… yang merasa kuat atau sang pemimpin dengan semena-mena menindas yang lemah atau yang dipimpinnya. Akibatnya sudah dapat ditebak, yang selalu menjadi korban adalah si lemah yang tak pernah berdaya. Padahal, mereka dengan terpaksa menerima kenyataan itu tidak dengan tulus, melainkan karena kebodohan atau bahkan karena situasi yang amat memaksa. Oleh karena itu jangan heran jika belakangan, tata pergaulan sehari-haripun terbalut kemunafikan.
27 Mei, 2009
makanya oleh sebab itu cintailah cinta
wah…..bagus bener makna cinta ya…tp kenapa ych ada orang ynk seolah2 ga perduli bahwa dia punya cinta karena dia pernah dipermalukan oleh sebuah cinta pada masa lalunya….he…salam kenal wid…
> rezaldo : cintai lah… cinta….!!!!
> alfa_rain : lam kenal juga ya….
cinta jangan dikejar
> wawan : biz punk diapa’i…???
tapi di sasahi kah? wan!
uma ai cinta
aduhai cinta
kenapa cinta
siapakah cinta
bingungkah cinta
apa maksud cinta
semuanya memang cinta.
ada apa dengan cinta?
heleh ngawur….
sorry ya
cinta itu memang indah..tapi aku indah becinta…ueueeuheuheu
ini yang disebut patah hati kreatif, eh sowy, mang patah hati?
> mancaracat : jambu kah cinta.??
> ichal : bujuran kah om indah becinta???
> amirstanishev : ya nieh… ge patah hati…
wah, judulnya pakai huruf arab,
tapi, bukankah tuhibbu itu artinya bukan cinta lagi, melainkan : kalian mencintai.
> zian : iya emang…. kalian mencintai kan??? sbnr na pengen bikin pertnyaan pake bahsa arab “apakah kalian pernah mencintai?” tp maklum wid ga bs bhsa arab…